SANGGAU – Program sosial SAJADAH (Sedekah Jariyah Daranante Berkah) yang dilaksanakan Yonif TP 833/Bumi Daranante di Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (2/1/2026), bukan sekadar kegiatan seremonial awal tahun. Program ini menyasar langsung kelompok masyarakat paling rentan, yakni lansia dan warga kurang mampu, di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga pasca pergantian tahun.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi ekonomi sejumlah warga Desa Lape masih bergantung pada penghasilan harian tidak tetap. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan minimnya cadangan pangan rumah tangga membuat sebagian lansia dan warga prasejahtera membutuhkan perhatian khusus, terutama di awal tahun.
Menjawab kondisi tersebut, Yonif TP 833/BD menyalurkan 15 paket bantuan sembako melalui Program SAJADAH. Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan masyarakat, yakni beras, mie goreng, minyak goreng, sarden, teh celup, kecap manis, dan gula pasir. Penyaluran dilakukan secara langsung dan terbuka kepada penerima manfaat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kegiatan ini dipimpin oleh Komandan Kompi Kesehatan Yonif TP 833/BD, Lettu Ckm Agung Setiawan, A.Md.Kep, mewakili Komandan Batalyon Infanteri TP 833/BD. Penyerahan bantuan dipusatkan di Masjid Surau Nurul Hidayah, Desa Lape, yang selama ini juga menjadi titik aktivitas sosial dan keagamaan warga.

“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, terutama lansia dan masyarakat yang secara ekonomi masih terbatas,” ujar Lettu Ckm Agung Setiawan di sela kegiatan.
Menurutnya, Program SAJADAH bukan kegiatan sesaat, melainkan program sosial rutin yang dijalankan Yonif TP 833/BD sebagai bagian dari tanggung jawab moral prajurit TNI terhadap masyarakat di wilayah binaan.
Kehadiran prajurit Yonif TP 833/BD mendapat respons positif dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Sejumlah warga mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok harian, sekaligus menjadi bentuk perhatian nyata aparat negara terhadap kondisi masyarakat akar rumput.
Program SAJADAH menjadi cerminan pendekatan humanis dan partisipatif Yonif TP 833/BD dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Tidak hanya menyalurkan bantuan, prajurit juga membangun komunikasi langsung untuk memahami kondisi sosial warga secara faktual di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat—sebuah pesan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga kepedulian sosial yang berkelanjutan. ( Jang)












